Blog&Me Post Them Follow



Atelophobia
Hot Chocolate

Bonjour!


Hello and welcome to my blog
I pour my heart and thoughts here
Pardon my words

Tagboard

⊰HOVER ME!⊱
Please do not spam my cbox. Please put your blog link so I can visit you back.
[POST CODE. WIDTH 219 HEIGHT 100]
[FORM CODE. WIDTH 175 HEIGHT 86]


Skins by: IlliShuhada
Basecode : PikaChan
Best viewed in Mozilla and Google Chrome
Adalah haram untuk buka page source dan curi code di sini

Ada Rindu Di Mata Peri - Asma Nadia

[sinopsis]

Bagi Neta, Mama adalah teman curhat dan partner belanja paling asyik. Sementara Peter, teman sekelas Ken yang sering dijuluki sebagai Anak Mami, dengan mata mengristal bercerita,

"Punya Mami itu spesial, Ken. Pelukan Mami paling oke, tempat paling hangat paling..."

Ketika Peter kehilangan kata-kata, Ken merasa rindunya terhadap ibu semakin membukit.
Seandainya saja ia terlahir sebagai seorang peri. Dua kepak sayap keemasan menopang tubuh mungil melayari langit tiap matahari terbit. Menuju rindu hingga langit ketujuh. Rindu. Sangat rindu Tapi bagaimana mengeja rindu kepada yang sudah tiada?

Mereka bilang ibunya meninggal ketika Ken masih berusia satu tahun. Mereka juga bilang, ibunya cuma masa lalu. Mungkin karena itu tak satu pun pertanyaan Ken diangap penting untuk dijawab. Bagaimana ibu meninggal? Di belahan mana bumi mendekapnya?

Sebab mereka, dengan cara yang sempurna, telah memutus semua jejak, hingga tak ada lagi yang bisa dikenang. Ken sedih, frustrasi. Setiap malam harus melukis wajah Ibu dalam kanvas imajinasi, dalam khayal dan mimpi-mimpi.

Seandainya saja terlahir sebagai seorang Peri, mungkin ia bisa memilih dongeng yang lebih indah. Tapi Ken bukan peri..!



Label:



◀ ▶